• Panduan Kirim Naskah
  • Tentang Alfuwisdom
  • LIPUTAN BILFEST 2025
  • Sehimpun Gagasan
    • Nalar Salim
      • Nalar Tafsir
      • Nalar Insani
      • Nalar Sufi
    • Ekologi (Islamic Ecology)
    • Ekonomi Islam (Islamic Finance)
    • Gerakan Sosial (Social Movement)
    • Islamic Studies
    • Isu Perempuan (Woman Issues)
    • Kajian Bahasa (Sastra)
    • Kajian Filsafat (Philosophical Discourse)
    • Kewarganegaraan
    • Liputan Khusus
    • Pendidikan (Education)
    • Studi Kebudayaan (Cultural Studies)
    • Teknologi Informasi (Informatic Technology)
    • Wawancara
Rubrik
  • BIL Fest 2026
  • BILFEST 2025
  • Ekologi (Islamic Ecology)
  • Ekonomi Islam (Islamic Finance)
  • Gerakan Sosial (Social Movement)
  • Internasional
  • International Article
  • Islam dan Teknologi Informasi
  • Islamic Studies
  • Isu Perempuan (Woman Issues)
  • Kajian Bahasa (Sastra)
  • Kajian Filsafat (Philosophical Discourse)
  • Kewarganegaraan
  • Kuliah Subuh Ramadhan
  • Kultum Ramadhan
  • Liputan BILFEST 2025
  • Liputan Khusus
  • Muhammadiyah
  • Nalar Insani
  • Nalar Salim
  • Nalar Sufi
  • Nalar Tafsir
  • Pendidikan (Education)
  • Penerbitan Buku
  • Reportase
  • Resensi Buku
  • Resensi Buku
  • Studi Kebudayaan (Cultural Studies)
  • Teknologi Informasi (Informatic Technology)
  • Uncategorized
  • Wawancara
ALFUWISDOM
ALFUWISDOM
  • Panduan Kirim Naskah
  • Tentang Alfuwisdom
  • LIPUTAN BILFEST 2025
  • Sehimpun Gagasan
    • Nalar Salim
      • Nalar Tafsir
      • Nalar Insani
      • Nalar Sufi
    • Ekologi (Islamic Ecology)
    • Ekonomi Islam (Islamic Finance)
    • Gerakan Sosial (Social Movement)
    • Islamic Studies
    • Isu Perempuan (Woman Issues)
    • Kajian Bahasa (Sastra)
    • Kajian Filsafat (Philosophical Discourse)
    • Kewarganegaraan
    • Liputan Khusus
    • Pendidikan (Education)
    • Studi Kebudayaan (Cultural Studies)
    • Teknologi Informasi (Informatic Technology)
    • Wawancara
  • Uncategorized

Panggung Gembira 617: Usung Empat Prinsip Pendidikan Seni

  • September 26, 2026
  • 2 minute read
Total
0
Shares
0
0
0

TEGAL — Pondok Pesantren Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kabupaten Tegal menyiapkan Panggung Gembira 617 yang melibatkan santri dari angkatan Bravious Generation. Pagelaran ini dirancang tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai bagian dari proses pendidikan melalui seni. (Sabtu, 26 September 2026)

Konsep Panggung Gembira 617 berpedoman pada empat prinsip, yaitu educated, entertained, enjoyed, dan elegant. Prinsip educated menekankan bahwa setiap penampilan harus memiliki nilai pendidikan. Seni tidak hanya ditampilkan sebagai tontonan, tetapi juga menjadi sarana menyampaikan nilai dan membangun karakter santri.

Prinsip entertained menempatkan unsur hiburan sebagai bagian dari pertunjukan. Penampilan diharapkan dapat memberikan kegembiraan kepada penonton, namun tetap berada dalam bingkai pendidikan pesantren.

Sementara itu, enjoyed diarahkan pada kemampuan santri menikmati proses dan penampilan mereka. Santri dilatih tampil ekspresif dan percaya diri sehingga tidak terlalu dikuasai rasa gugup. Proses tersebut sekaligus menjadi bagian dari olah rasa, terutama dalam memadukan suara, musik, gerakan, dan ekspresi.

Prinsip terakhir, elegant, berkaitan dengan penyajian acara secara tertata dan proporsional. Konsep pertunjukan, tata panggung, pengaturan peserta, dekorasi, hingga teknis pelaksanaan dipersiapkan sebagai bagian dari keseluruhan pertunjukan.

Dalam publikasi Panggung Gembira 617, sejumlah penampilan yang disiapkan antara lain Syahril Qur’an, Collosal Poetri, World Dance, LED Performance, Symphoni, Multi Motion, Swara Bhuana, Reog, Collaboration Art, Campur Sari, Hand Show, Gymnastic, Opera Van Ahda, dan Wayang Wong.

Kegiatan tersebut juga menjadi ruang penerapan empat bentuk pengembangan diri, yakni olah seni, olah fikir, olah rasa, dan olah raga. Santri terlibat dalam proses berkesenian, menyusun konsep dan teknis acara, mengembangkan ekspresi serta kerja sama, dan menjaga kesiapan fisik selama proses latihan dan pertunjukan.

Melalui Panggung Gembira 617, Bravious Generation menjadikan kegiatan seni sebagai bagian dari pengalaman pendidikan santri di Pondok Pesantren Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kabupaten Tegal. Pagelaran tersebut mempertemukan unsur pendidikan, hiburan, ekspresi, dan keindahan dalam satu kegiatan.

 

Total
0
Shares
Share 0
Tweet 0
Share 0
Related Topics
  • Educated
  • Elegant
  • Enjoyed
  • Entertained
  • Seni
Redaksi Riset Ringan

Previous Article
  • Nalar Salim

Ucapan Syukur Pasca-Terbitnya Risalah Syajarah Thayyibah

  • September 25, 2026
View Post

Subscribe

Subscribe now to our newsletter

You May Also Like
View Post
  • Uncategorized

Lakasana Aksara Bedana: Menyalakan Hidup dalam Literasi

  • Redaksi Riset Ringan
  • November 11, 2025
View Post
  • Uncategorized

Sukses Digelar, Talkshow Pengembangan Diri di SMA MBS Bumiayu

  • Redaksi Riset Ringan
  • Februari 27, 2025
View Post
  • Uncategorized

Hidup Adalah Tiga Fase: Merencanakan, Menjalani, dan Melepaskan

  • Redaksi Riset Ringan
  • Januari 29, 2025
View Post
  • Uncategorized

Peran Teknologi Informasi dalam Mengembangkan Pendidikan Islam di Era Modern

  • Redaksi Riset Ringan
  • Januari 19, 2025
View Post
  • Uncategorized

HARDIKNAS: Sebuah Refleksi atas Esensi Pendidikan

  • Redaksi Riset Ringan
  • Mei 5, 2024
View Post
  • Uncategorized

Resensi Buku: “Stop Merangukan Diri Sendiri” oleh Ibrahim El Fiky

  • Redaksi Riset Ringan
  • April 22, 2024
View Post
  • Nalar Insani
  • Pendidikan (Education)
  • Uncategorized

Pola Pendidikan Manusia Fitrah, Memulai Dari Keluarga

  • Irhas Muflih
  • April 12, 2024
View Post
  • Resensi Buku
  • Uncategorized

Resensi Buku “Rahasia Meraih Shalat Khusyuk”

  • Redaksi Riset Ringan
  • April 7, 2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe

Subscribe now to our newsletter

ALFUWISDOM
CV. ALFUWISDOM MITRA PRIMA

Input your search keywords and press Enter.