Oleh: Alvin Qodri Lazuardy, Penulis Risalah Syajarah Thayyibah Sehimpun Essay Nilai dan Falsafah Pendidikan Gontor
Terbitnya sebuah buku menjadi gerbang pembuka bagi perjumpaan gagasan internal dan eksternal. Ketika buku ini akhirnya berada dalam genggaman, perasaan dalam hati yang menyerupa dengan keheningan syukur sangat mendalam.
Buku ini lahir dari tanah ketulusan: sebuah buah khidmat yang dipersembahkan bagi almamater Pondok tercinta, Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo selama menjadi Santri dan Gontor Kampus 3 Darul Ma’rifah Kediri selama pengabdian menjadi Guru KMI (2014-2020).
Melihat kembali jejak pergulatannya, apa yang semula tersimpan rapat sebagai gagasan abstrak di dalam kepala, kini telah mengejawantah menjadi realitas visual dan tekstual.
Metafora Syajarah Thayyibah—sebagaimana diabadikan dalam Surah Ibrahim ayat 24–25—menjadi kompas spiritual sekaligus estetik utama karya ini. Sebuah gambaran pohon yang agung, dengan akar yang merujam kuat merengkuh bumi dan dahan-dahan yang menjulang menembus langit, mempersembahkan buah kebaikan pada setiap musimnya.
Metamorfosis gagasan menjadi karya ini, Ia adalah hasil kolaborasi dari ekosistem ekspertis yang saling menopang dengan dedikasi. Peran Andrian Noor dari Buku Belaka sebagai editor utama memberikan pengawalan struktur naskah yang matang dan tajam. Keindahan aksara khath dasar yang goresannya autentik lahir dari jemari Ichan Hidayat, seorang khottot berbakat asal Magelang. Gagasan visual tersebut kemudian disempurnakan oleh Rafi (@asigaism) melalui canvasing visual bernuansa elegan yang menghidupkan ilusi akar menghujam secara realistis dan epik. Keseluruhan simfoni visual dan naratif ini lantas disempurnakan secara presisi oleh keahlian Tim Cetak serta eksekusi berdedikasi dari Tim Alfuwisdom.
Namun, estetika dan artikulasi naskah tentu akan kehilangan bobot bobot keilmuannya tanpa pijakan sanad serta restu dari para guru. Keperkenaan Ustaz Dr. Ahmad Suharto., S.Ag, M. Pd.I untuk menelaah naskah secara utuh dan mengaturnya dalam sebuah Kata Pengantar memberikan legitimasi moral serta intelektual yang sangat berarti. Demikian pula kenangan dan bimbingan dari Ustaz H. Heru Wahyudi, S. Pd, M. Pd yang menjadi tumpuan pembelajaran diri selama masa-masa khidmat di Gontor 3 Kediri, telah membentuk fondasi pemikiran yang melandasi setiap helaian halaman buku ini.
Dukungan moral ini kian lengkap ketika gagasan yang tertuang menyapa publik secara lebih luas. Kehangatan testimoni dari Gus Nezzard sebagai Kader PM Darusalam Gontor, serta kacamata jurnalisme objektif yang dihadirkan oleh Mas Irfan Al Amin dari Tirto.id dan Mas Diko Ahmad Riza dari Suara Muhammadiyah, menjadi penyemangat yang mengkonfirmasi bahwa pesan buku ini relevan dan berdaya jangkau luas. Jazakumullah khayran katsiran atas kepercayaan dan apresiasi yang telah dialirkan.
Wal Akhir, rasa hormat dan terima kasih setinggi-tingginya saya haturkan kepada para pemesan di tahap awal. Keberanian Anda untuk menyambut karya ini sejak dini adalah amanah yang berharga. Semoga setiap baris kata dan visualisasi yang tertuang di dalamnya tidak berhenti sebagai lembaran cetak belaka, melainkan mampu menghadirkan kemanfaatan yang berkelanjutan, memantik perenungan, serta membukakan pintu-pintu hikmah bagi siapa saja yang membacanya.
Yogyakarta, 25 September 2026