• Panduan Kirim Naskah
  • Tentang Alfuwisdom
  • LIPUTAN BILFEST 2025
  • Sehimpun Gagasan
    • Nalar Salim
      • Nalar Tafsir
      • Nalar Insani
      • Nalar Sufi
    • Ekologi (Islamic Ecology)
    • Ekonomi Islam (Islamic Finance)
    • Gerakan Sosial (Social Movement)
    • Islamic Studies
    • Isu Perempuan (Woman Issues)
    • Kajian Bahasa (Sastra)
    • Kajian Filsafat (Philosophical Discourse)
    • Kewarganegaraan
    • Liputan Khusus
    • Pendidikan (Education)
    • Studi Kebudayaan (Cultural Studies)
    • Teknologi Informasi (Informatic Technology)
    • Wawancara
Rubrik
  • BILFEST 2025
  • Ekologi (Islamic Ecology)
  • Ekonomi Islam (Islamic Finance)
  • Gerakan Sosial (Social Movement)
  • Internasional
  • International Article
  • Islam dan Teknologi Informasi
  • Islamic Studies
  • Isu Perempuan (Woman Issues)
  • Kajian Bahasa (Sastra)
  • Kajian Filsafat (Philosophical Discourse)
  • Kewarganegaraan
  • Kuliah Subuh Ramadhan
  • Kultum Ramadhan
  • Liputan BILFEST 2025
  • Liputan Khusus
  • Muhammadiyah
  • Nalar Insani
  • Nalar Salim
  • Nalar Sufi
  • Nalar Tafsir
  • Pendidikan (Education)
  • Penerbitan Buku
  • Reportase
  • Resensi Buku
  • Resensi Buku
  • Studi Kebudayaan (Cultural Studies)
  • Teknologi Informasi (Informatic Technology)
  • Uncategorized
  • Wawancara
ALFUWISDOM
ALFUWISDOM
  • Panduan Kirim Naskah
  • Tentang Alfuwisdom
  • LIPUTAN BILFEST 2025
  • Sehimpun Gagasan
    • Nalar Salim
      • Nalar Tafsir
      • Nalar Insani
      • Nalar Sufi
    • Ekologi (Islamic Ecology)
    • Ekonomi Islam (Islamic Finance)
    • Gerakan Sosial (Social Movement)
    • Islamic Studies
    • Isu Perempuan (Woman Issues)
    • Kajian Bahasa (Sastra)
    • Kajian Filsafat (Philosophical Discourse)
    • Kewarganegaraan
    • Liputan Khusus
    • Pendidikan (Education)
    • Studi Kebudayaan (Cultural Studies)
    • Teknologi Informasi (Informatic Technology)
    • Wawancara
  • Ekologi (Islamic Ecology)
  • Gerakan Sosial (Social Movement)

Khutbah Jum’at Serambi Peradaban Forum

  • Februari 17, 2026
  • 2 minute read
Total
0
Shares
0
0
0

Ramadhan selalu datang membawa dua hal sekaligus: kerinduan dan tanggung jawab. Kerinduan karena ia adalah bulan yang membuat manusia ingin kembali menjadi lebih bersih; tanggung jawab karena ia menuntut iman bukan sekadar disimpan di dada, melainkan diterjemahkan menjadi sikap—di rumah, di masjid, di jalan, dan di ruang publik.

Di titik inilah mimbar Jum’at menemukan maknanya. Ia bukan sekadar podium untuk menyampaikan nasihat. Mimbar adalah ruang strategis untuk menyalakan kesadaran, terutama pada bulan Ramadhan ketika hati lebih mudah disentuh dan amal lebih mudah digerakkan. Khutbah menjadi pintu untuk menanamkan nilai: tentang iman, akhlak, tanggung jawab sosial, dan keberpihakan pada kehidupan.

Buku Khutbah Jum’at: Serambi Peradaban Forum (Edisi Ramadhan 1447 H) lahir dari keyakinan sederhana itu. Serambi Peradaban Forum—komunitas literasi yang tumbuh dari pesantren dan bergerak ke ranah publik—menyusun empat naskah khutbah dengan benang merah yang jelas: membangun kesalehan personal sekaligus kesalehan sosial. Ibadah, dalam cara pandang ini, tidak berhenti pada ritual. Ia harus melahirkan kepedulian.

Khutbah “Ramadhan Memakmurkan Masjid, Memakmurkan Lingkungan” mengingatkan bahwa masjid yang hidup bukan hanya ramai oleh jamaah, tetapi juga melahirkan etika merawat ruang hidup. Kesalehan yang tidak peduli pada lingkungan, pada akhirnya, adalah kesalehan yang rapuh: baik di hadapan krisis iklim maupun di hadapan kerusakan sosial yang ia lahirkan.

Khutbah “Menjaga Iman di Perantauan, Membangun Kesalehan di Kampung Halaman” menegaskan hal lain yang sering dilupakan: iman tidak boleh berubah menjadi aksesoris. Ia mesti tegak di tengah perubahan, dan ia mesti pulang sebagai kebaikan—bukan sekadar cerita sukses. Di sini, kampung halaman bukan hanya tempat kembali secara fisik, tetapi juga akar sosial yang harus ditumbuhkan dengan tanggung jawab moral.

Sementara itu, “Memurnikan Tauhid, Merawat Tradisi” mengajukan gagasan yang relevan di tengah kegaduhan identitas: tauhid yang lurus tidak otomatis memusuhi kearifan lokal. Sebaliknya, ia bisa menjadi energi untuk menjaga tradisi yang baik agar tetap hidup dan bermakna. Tradisi bukan musuh agama, selama ia tidak melawan prinsip. Ia adalah jembatan, bukan jurang.

Puncak refleksi buku ini hadir pada khutbah “Palestina, Genosida, dan Ekosida”. Di sana, tragedi kemanusiaan tidak dibaca hanya sebagai hilangnya nyawa, tetapi juga sebagai hancurnya alam, sejarah, dan masa depan. Genosida dan ekosida berjalan beriringan. Ketika manusia dihancurkan, tanah pun ikut diluluhlantakkan. Ketika rumah-rumah runtuh, pohon-pohon pun ikut mati. Dan ketika satu bangsa dirampas, dunia sesungguhnya sedang diajak bercermin: siapa yang kita bela, dan apa yang kita diamkan.

Keempat khutbah ini disusun bukan semata sebagai teks untuk dibaca, melainkan sebagai pegangan bagi para khatib, pendidik, pegiat dakwah, serta siapa pun yang ingin menjadikan Ramadhan lebih bermakna. Buku ini menawarkan khutbah yang tidak hanya menenangkan, tetapi juga membangunkan.

Dalam suasana publik yang kerap gaduh oleh polarisasi, khutbah sering jatuh menjadi alat: alat memukul, alat menghakimi, alat mengunci. Buku ini mencoba mengembalikan khutbah ke tempat yang semestinya: sebagai pintu perbaikan diri dan perbaikan bersama. Islam yang menyejukkan, menguatkan, sekaligus menuntut tanggung jawab.

Buku ini tersedia dalam bentuk cetak dengan harga Rp 20.000. Versi PDF dapat diunduh melalui situs alfuwisdom.com (link tersedia). Pemesanan dapat dilakukan melalui WhatsApp 085851179595. Sebuah ikhtiar kecil, dari jalur literasi, untuk menyambut Ramadhan dengan kesadaran yang lebih utuh.

Download di sini!
Khutbah Perlawanan!

Total
0
Shares
Share 0
Tweet 0
Share 0
Related Topics
  • Khutbah
  • Lingkungan
  • Palestina
  • Ramadhan
  • Sosial
  • Tauhid
Redaksi Riset Ringan

Previous Article
  • Islamic Studies
  • Reportase

Tingkatkan Skill Santri!, Kursus Kemahiran Membaca dan Menulis di Gontor: Merawat Tradisi Iqra’ dan Budaya Ilmu Islam

  • Februari 2, 2026
View Post

Subscribe

Subscribe now to our newsletter

You May Also Like
View Post
  • Ekologi (Islamic Ecology)
  • Internasional
  • International Article

Menyuarakan Isu Lingkungan dengan Diplomasi Global

  • Redaksi Riset Ringan
  • Agustus 25, 2025
View Post
  • BILFEST 2025
  • Ekologi (Islamic Ecology)
  • Liputan BILFEST 2025

Risalah Ekologis: Ketika Konsep Ekologi Islam Bermanifestasi di Festival Literasi

  • Redaksi Riset Ringan
  • Juni 21, 2025
View Post
  • Ekologi (Islamic Ecology)
  • Liputan BILFEST 2025

Bedah Buku “Risalah Ekologis” di BILFEST 2025: Menyatukan Iman dan Kepedulian Lingkungan

  • Redaksi Riset Ringan
  • Juni 9, 2025
View Post
  • Ekologi (Islamic Ecology)
  • Islamic Studies

Risalah Ekologis: Menyadari Keterkaitan Islam dengan Isu Lingkungan

  • Redaksi Riset Ringan
  • Maret 13, 2025
View Post
  • Ekologi (Islamic Ecology)
  • Kuliah Subuh Ramadhan

Kuliah Subuh: Menjaga Lingkungan sebagai Bentuk Ketakwaan kepada Allah

  • Redaksi Riset Ringan
  • Maret 8, 2025
View Post
  • Gerakan Sosial (Social Movement)

Orientasi Pendidikan Gontor dan Perannya di Ranah Sosial

  • Redaksi Riset Ringan
  • Februari 20, 2025
View Post
  • Ekologi (Islamic Ecology)
  • Gerakan Sosial (Social Movement)
  • Reportase

Delegasi Al Manar Muhammadiyah Boarding School Pemalang Dalami Ekoliterasi dalam Multi-Faith Ecoliteracy Camp 2025

  • Redaksi Riset Ringan
  • Februari 17, 2025
View Post
  • Gerakan Sosial (Social Movement)

Refleksi Nisyfu Sya’ban: Dari Ritual Hingga Sosial

  • Redaksi Riset Ringan
  • Februari 14, 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe

Subscribe now to our newsletter

ALFUWISDOM
CV. ALFUWISDOM MITRA PRIMA

Input your search keywords and press Enter.