{"id":3440,"date":"2026-09-29T04:48:03","date_gmt":"2026-09-29T04:48:03","guid":{"rendered":"https:\/\/alfuwisdom.com\/?p=3440"},"modified":"2026-09-29T06:14:17","modified_gmt":"2026-09-29T06:14:17","slug":"membaca-al-quran-melalui-tafsir-tematik-muhammad-al-ghazali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/alfuwisdom.com\/membaca-al-quran-melalui-tafsir-tematik-muhammad-al-ghazali.html","title":{"rendered":"Membaca Al-Qur\u2019an melalui Tafsir Tematik Muhammad al-Ghazali"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Membaca Al-Qur\u2019an melalui Tafsir Tematik Muhammad al-Ghazali<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>\u00a0<\/strong><em><strong>Judul:<\/strong> Tafsir Tematik dalam Al-Qur\u2019an.\u00a0 <strong>Judul asli:<\/strong> Tafsir Maudhu\u2018iyy li Suwar al-Qur\u2019an. <strong>Penulis:<\/strong> Syaikh Muhammad al-Ghazali. <strong>Penerjemah:<\/strong> Drs. H. M. Qoditun Nur dan Ahmad Musyafiq, S.Ag. <strong>Penerbit:<\/strong> Gaya Media Pratama. <strong>Tahun terbit<\/strong>: Januari 2005. <strong>Tebal:<\/strong> 699 halaman. <strong>Edisi:<\/strong> Cetakan pertama<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Al-Qur\u2019an bukan sekadar kumpulan ayat yang dibaca secara terpisah. Di dalamnya terdapat tema, persoalan, hubungan antarayat, serta pesan yang saling melengkapi. Cara membaca seperti inilah yang hendak ditawarkan Syaikh Muhammad al-Ghazali melalui <em>Tafsir Tematik dalam Al-Qur\u2019an<\/em>. Buku setebal 699 halaman ini merupakan terjemahan dari <em>Tafsir Maudhu\u2018iyy li Suwar al-Qur\u2019an<\/em> dan ditempatkan sebagai buku referensi berbahasa Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari judulnya, pendekatan <em>maudhu\u2018i<\/em> menjadi pintu masuk utama karya ini. Pembahasan buku disusun secara sistematis, didahului pengantar penerjemah dan pengantar penulis. Pendekatan tersebut memberi perhatian pada keterhubungan pesan Al-Qur\u2019an, bukan hanya pada penjelasan ayat secara parsial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bahan pembacaan terhadap buku ini menunjukkan setidaknya lima karakter yang menonjol. <em>Pertama<\/em>, metode <em>maudhu\u2018i<\/em> dipandang sebagai salah satu jalan untuk menggali petunjuk Al-Qur\u2019an secara lebih mudah dipahami. <em>Kedua<\/em>, penafsiran Al-Qur\u2019an dengan Al-Qur\u2019an mendapat perhatian penting. Ayat tidak semata-mata dibaca berdiri sendiri, tetapi ditempatkan dalam hubungan dengan ayat lain yang memiliki keterkaitan tema.<em>Ketiga<\/em>, pendekatan tersebut berusaha membawa pesan Al-Qur\u2019an berhadapan dengan persoalan manusia, baik secara praktis maupun konsepsional. Dengan demikian, tafsir tidak berhenti pada penjelasan makna teks, tetapi diarahkan untuk menemukan petunjuk yang dapat dibaca dalam konteks kehidupan. Keempat, metode ini memberi ruang untuk menghayati aspek <em>fashahah<\/em> dan <em>balaghah<\/em> Al-Qur\u2019an. Kelima, ayat-ayat yang secara sepintas tampak memiliki pertentangan dapat dibaca kembali untuk menemukan hubungan dan kesatuan maknanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di titik ini, buku al-Ghazali menarik untuk dibaca sebagai upaya mempertemukan teks dengan persoalan manusia. Al-Qur\u2019an ditempatkan sebagai sumber petunjuk yang memiliki keluasan tema. Pembacaan tematik memungkinkan pembaca berpindah dari pertanyaan, \u201cApa arti ayat ini?\u201d menuju pertanyaan yang lebih luas: \u201cBagaimana berbagai ayat Al-Qur\u2019an berbicara tentang persoalan yang sama?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pendekatan semacam itu juga membuka kemungkinan pembacaan yang lebih kontekstual. Dalam bahan analisis yang diberikan, kelebihan al-Ghazali antara lain terlihat ketika ia berhadapan dengan persoalan-persoalan kontemporer. Ia disebut tidak menerima begitu saja konsep-konsep Barat, tetapi juga tidak menolaknya secara apriori. Sikap yang ditekankan adalah membaca persoalan secara objektif dan mengujinya melalui kerangka pemikiran yang digunakan dalam tafsir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, sebuah buku tafsir juga perlu dibaca dengan sikap kritis. Salah satu catatan yang muncul dalam telaah terhadap buku ini berkaitan dengan keterangan sejarah mengenai fase Makkah. Dalam bagian yang dirujuk oleh penyusun, terdapat keterangan tentang perang antara Nabi Muhammad dan para musuhnya selama lebih dari sepuluh tahun di Makkah. Penyusun menilai keterangan tersebut perlu dikritisi karena fase Makkah dikenal sebagai periode dakwah dan menghadapi tekanan, sedangkan peperangan fisik berlangsung setelah hijrah ke Madinah. Catatan tersebut merujuk pada pembahasan di halaman 662.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Catatan kedua berkaitan dengan struktur pembahasan. Dalam bagian yang dikaji, kutipan dari Surah al-Muddatsir ayat 42\u201346 disebut muncul di tengah pembahasan Surah al-&#8216;Alaq. Menurut penyusun, perpindahan tersebut berpotensi membingungkan pembaca apabila tidak disertai penegasan atau transisi yang jelas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kritik tersebut penting bukan untuk meniadakan kontribusi buku, melainkan menunjukkan bahwa membaca karya tafsir membutuhkan dua sikap sekaligus: keterbukaan terhadap gagasan dan ketelitian terhadap argumentasi. Buku tafsir bukan hanya dibaca untuk menemukan jawaban, tetapi juga untuk melihat bagaimana sebuah jawaban dibangun, sumber apa yang digunakan, dan sejauh mana hubungan antargagasan dapat dipertanggungjawabkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melihat hal ini, <em>Tafsir Tematik dalam Al-Qur\u2019an<\/em> dapat dibaca sebagai pengantar untuk memahami bagaimana Al-Qur\u2019an didekati melalui metode <em>maudhu\u2018i<\/em>. Karya ini memperlihatkan bahwa keluasan Al-Qur\u2019an menuntut cara baca yang tidak berhenti pada potongan-potongan ayat. Setiap tema dapat menjadi pintu untuk memasuki wilayah pemaknaan yang lebih luas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti dicatat dalam bahan telaah buku ini, Al-Qur\u2019an merupakan dunia yang luas dengan beragam tema dan subjek. Karena itu, sebuah karya tafsir tidak harus dipahami sebagai pintu yang menutup seluruh kemungkinan pemaknaan. Ia justru dapat menjadi salah satu pintu untuk memasuki kawasan tertentu dari keluasan pesan Al-Qur\u2019an.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai penutup dan rekomendasi, buku al-Ghazali lebih tepat dibaca sebagai ajakan untuk terus berinteraksi dengan Al-Qur\u2019an melalui pembacaan yang terarah, tematik, dan kritis. Nilai pentingnya tidak hanya terletak pada kesimpulan-kesimpulan tafsir yang ditawarkan, tetapi juga pada cara pembaca diajak melihat keterhubungan ayat, persoalan manusia, dan keluasan petunjuk Al-Qur\u2019an.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-3442\" src=\"https:\/\/alfuwisdom.com\/risetringan-uploads\/2026\/09\/Tadrib-Mahari-800x450.png\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"450\" srcset=\"https:\/\/alfuwisdom.com\/risetringan-uploads\/2026\/09\/Tadrib-Mahari-800x450.png 800w, https:\/\/alfuwisdom.com\/risetringan-uploads\/2026\/09\/Tadrib-Mahari-1160x653.png 1160w, https:\/\/alfuwisdom.com\/risetringan-uploads\/2026\/09\/Tadrib-Mahari-1536x864.png 1536w, https:\/\/alfuwisdom.com\/risetringan-uploads\/2026\/09\/Tadrib-Mahari-120x68.png 120w, https:\/\/alfuwisdom.com\/risetringan-uploads\/2026\/09\/Tadrib-Mahari-90x51.png 90w, https:\/\/alfuwisdom.com\/risetringan-uploads\/2026\/09\/Tadrib-Mahari-320x180.png 320w, https:\/\/alfuwisdom.com\/risetringan-uploads\/2026\/09\/Tadrib-Mahari-560x315.png 560w, https:\/\/alfuwisdom.com\/risetringan-uploads\/2026\/09\/Tadrib-Mahari.png 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>E<em>ditor: Tim Redaksi alfuwisdom.com\u00a0<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Penulis resensi dan penyusun awal naskah: <\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ahmad Jundi Bis Syafi\u2019i<br \/>\nAhmad Zaki Multazami<br \/>\nMuhammad Fikri<br \/>\nKevin Mahendra<br \/>\nEnzo Ali Fatah Arsi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur\u2019an dan Tafsir (IQT), Universitas Darussalam Gontor, hasil dari Tadrib Mahari Literasi Qur\u2019ani dalam rangkaian Program Studi Akademik IQT-Ushuluddin dalam kunjungannya di Pondok IQC Yogyakarta, Senin 28 September, 2026.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Membaca Al-Qur\u2019an melalui Tafsir Tematik Muhammad al-Ghazali \u00a0Judul: Tafsir Tematik dalam Al-Qur\u2019an.\u00a0 Judul asli: Tafsir Maudhu\u2018iyy li Suwar al-Qur\u2019an. Penulis: Syaikh Muhammad al-Ghazali. Penerjemah: Drs. H. M. Qoditun Nur dan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3441,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"iawp_total_views":4,"footnotes":""},"categories":[778],"tags":[781,780,782,779,147],"powerkit_post_featured":[2,5],"class_list":{"0":"post-3440","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-studi-akademik-unida-gontor","8":"tag-ilmu-quran","9":"tag-iqt-unida-gontor","10":"tag-living-quran","11":"tag-tafasir","12":"tag-tafsir"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/3440","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=3440"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/3440\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3445,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/3440\/revisions\/3445"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/3441"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=3440"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=3440"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=3440"},{"taxonomy":"powerkit_post_featured","embeddable":true,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/powerkit_post_featured?post=3440"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}