{"id":3330,"date":"2025-11-02T07:08:19","date_gmt":"2025-11-02T07:08:19","guid":{"rendered":"https:\/\/alfuwisdom.com\/?p=3330"},"modified":"2025-11-02T07:08:19","modified_gmt":"2025-11-02T07:08:19","slug":"menenun-benang-intelektual-studi-agama-agama-dalam-pusaran-dunia-literasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/alfuwisdom.com\/menenun-benang-intelektual-studi-agama-agama-dalam-pusaran-dunia-literasi.html","title":{"rendered":"Menenun Benang Intelektual: Studi Agama-Agama dalam Pusaran Dunia Literasi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Menenun Benang Intelektual: Studi Agama-Agama dalam Pusaran Dunia Literasi<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">YOGYAKARTA \u2014 Di sebuah rumah penerbitan kecil bernama <em><a href=\"http:\/\/alfuwisdom.com\">Alfuwisdom Publishing &amp; Bookstore<\/a>,<\/em> Yogyakarta, sekelompok akademisi muda dari <a href=\"https:\/\/unida.gontor.ac.id\/ushuluddin\/academics\/comparative-study-of-religions\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fakultas Ushuluddin Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor<\/a> berkumpul dalam suasana hangat penuh refleksi. Mereka datang bukan sekadar untuk kunjungan akademik, tetapi untuk memperbincangkan sesuatu yang lebih mendasar: bagaimana tema besar studi agama-agama dapat bergerak dalam pusaran dunia literasi yang kian kompleks.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Diskusi interaktif bertajuk Studi Agama-Agama dalam Pusaran Dunia Literasi, itu menjadi arena perjumpaan dua dunia\u2014dunia akademik dan dunia penerbitan\u2014yang sama-sama berakar dalam tradisi keilmuan Islam. Kegiatan ini menghadirkan dua figur penting: <a href=\"https:\/\/scholar.google.com\/citations?user=TkUVT28AAAAJ&amp;hl=id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Alvin Qodri Lazuardy, S.Ag., M.Pd<\/a>., pendiri Alfuwisdom sekaligus alumni Studi Agama-Agama UNIDA Gontor, dan <a href=\"https:\/\/scholar.google.com\/citations?hl=id&amp;user=Km-y7gwAAAAJ\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">M. Djaya Aji Bima Sakti, S.Ag., M.Ag<\/a>., dosen <a href=\"https:\/\/unida.gontor.ac.id\/ushuluddin\/academics\/comparative-study-of-religions\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Studi Agama-Agama UNIDA Gontor.<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>\u00a0<\/strong><strong>Menghidupkan Literasi, Menyambung Benang Ulama\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Alvin Qodri membuka forum dengan sapaan khas: \u201cAhlan wa sahlan di rumah literasi.\u201d Dalam ungkapannya terselip filosofi mendalam: bahwa Alfuwisdom bukan sekadar penerbitan, melainkan rumah bagi ide, gagasan, dan tradisi keilmuan Islam yang terus bersambung dari generasi ke generasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIni ikhtiar untuk menghidupkan literasi dan menyambung benang,\u201d ujarnya. \u201cUlama dahulu menyambung benang ilmu melalui dua jalur: tradisi lisan dan tradisi tulisan.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Didirikan bersama istrinya, Puspita Ayu Lestari, dan seorang sahabat dari Purwokerto Bayu Dwi Cahyono, Alfuwisdom dibangun secara struktural dalam enam bulan, namun telah berakar sejak lima tahun lalu sebagai gerakan kultural. Ia lahir dari kesadaran bahwa literasi bukan sekadar aktivitas intelektual, melainkan ibadah dalam bentuk ilmu yang ditulis dan disebarkan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-3334\" src=\"https:\/\/alfuwisdom.com\/risetringan-uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-02-at-13.51.53_4cfd6f42-800x600.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"600\" srcset=\"https:\/\/alfuwisdom.com\/risetringan-uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-02-at-13.51.53_4cfd6f42-800x600.jpg 800w, https:\/\/alfuwisdom.com\/risetringan-uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-02-at-13.51.53_4cfd6f42-1160x870.jpg 1160w, https:\/\/alfuwisdom.com\/risetringan-uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-02-at-13.51.53_4cfd6f42-320x240.jpg 320w, https:\/\/alfuwisdom.com\/risetringan-uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-02-at-13.51.53_4cfd6f42-300x225.jpg 300w, https:\/\/alfuwisdom.com\/risetringan-uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-02-at-13.51.53_4cfd6f42-120x90.jpg 120w, https:\/\/alfuwisdom.com\/risetringan-uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-02-at-13.51.53_4cfd6f42-90x68.jpg 90w, https:\/\/alfuwisdom.com\/risetringan-uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-02-at-13.51.53_4cfd6f42-560x420.jpg 560w, https:\/\/alfuwisdom.com\/risetringan-uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-02-at-13.51.53_4cfd6f42.jpg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Studi Agama dan Kritik terhadap Orientalisme<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam sesi narasinya, Alvin mengajak peserta menelusuri akar tradisi Studi Agama-Agama (SAA) yang kini banyak dipengaruhi oleh arus orientalisme Barat. Ia mengingatkan pentingnya kejernihan dalam memahami epistemologi ilmu agama agar tidak terjebak pada paradigma yang menyelewengkan Islam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menyinggung pemikiran Mu\u2019in Sirry yang mengkritisi proses penulisan Al-Qur\u2019an serta bagaimana perdebatan nya dengan Ustaz Nuruddin, kemudian menyitir bagaimana orientalisme mencoba menutup rapat khazanah literasi turats Islam. \u201cDalam Islam, kerangka keilmuannya sudah sangat rapi. Salah satunya adalah ilmu Mushthalah Hadis, yang menunjukkan bagaimana disiplin ilmu dikembangkan dengan sanad dan metodologi mumpuni secara dirayah dan riwayah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi Alvin, tradisi literasi Islam bukan hanya soal teks, tetapi juga amanah. Ia menyebut Al-Qur\u2019an memiliki gugusan konsep seminal dan bersifat quasi santifik-supra rasional<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Ibrahim sebagai Simbol Ketauhidan Agama Samawi<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menariknya, diskusi juga menyentuh tema teologis yang sering menjadi bahan kajian lintas agama: sosok Nabi Ibrahim. Alvin menegaskan bahwa pemahaman yang menyebut Ibrahim melahirkan tiga agama semitik\u2014Yahudi, Kristen, dan Islam\u2014sering kali terdistorsi oleh narasi Barat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIbrahim adalah Muslim. Mengartikan Islam hanya diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah kesalahan epistemologis,\u201d tegasnya. Baginya, Islam adalah al-din yang diturunkan sejak Nabi Adam hingga Nabi Muhammad SAW, sebagai kesinambungan wahyu, bukan produk sejarah manusia semata.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kerangka ini, Studi Agama-Agama harus berpijak pada pandangan hidup Islam (Islamic Worldview), bukan pada relativisme kultural Barat. Tujuannya bukan untuk menyeragamkan, melainkan untuk memurnikan pemahaman tentang agama sebagai jalan menuju tauhid.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Literasi (Studi Agama) sebagai Jalan Barokah Ilmu<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Diskusi berkembang menjadi refleksi mendalam tentang barakah literasi\u2014bahwa keberkahan ilmu hanya dapat diperoleh melalui tradisi membaca dan menulis. Alvin menegaskan, \u201cTidak mungkin bisa menulis tanpa membaca.\u201d Ia mengajak mahasiswa untuk memulai dari hal kecil: membaca satu-dua lembar, lalu menulis ulang, hingga terbentuk kebiasaan intelektual yang berkelanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tradisi intelektual Islam, ujarnya, berawal dari membaca (iqra\u2019), lalu menulis dengan tangan, dan kini bertransformasi ke digital. Namun esensinya tetap sama: ilmu adalah amanah yang harus disebarkan dengan adab dan kejujuran ilmiah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pemantik: Djaya Aji Bima dan Masa Depan Studi Agama-Agama<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai pemantik, M. Djaya Aji Bima Sakti mengajak mahasiswa untuk memandang Studi Agama-Agama bukan sekadar disiplin akademik, tetapi sebagai cara hidup ilmiah yang berdialog dengan zaman. \u201cKita tidak sedang mempelajari agama lain untuk membenarkan mereka, tapi untuk menemukan kebijaksanaan yang meneguhkan iman,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menyoroti pentingnya pemberdayaan alumni dan jejaring akademik untuk membangun dunia keilmuan yang produktif. Alfuwisdom, menurutnya, menjadi contoh nyata bagaimana ilmu bisa diterjemahkan ke dalam praksis sosial\u2014melalui penerbitan, literasi, dan pemberdayaan masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Agama, Kapitalisme, dan Etika Sosial<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam sesi tanya jawab, muncul pertanyaan menarik dari peserta terkait tantangan dunia literasi dan maraknya budaya kapitalistik. Alvin menjawab lugas: \u201cCiri khas kapitalisme adalah mencari uang sebanyak-banyaknya dengan usaha sekecil-kecilnya. Islam menolak itu. Dalam Islam, rezeki datang melalui adab, ikhtiyar serta tawakal, bukan dengan eksploitasi.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga menyoroti fenomena sosial seperti judi online (judol) sebagai contoh krisis moral akibat hilangnya peran agama sebagai solusi kehidupan. \u201cAgama harus kembali menjadi panduan etis, bukan sekadar simbol sosial,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-3332\" src=\"https:\/\/alfuwisdom.com\/risetringan-uploads\/2025\/11\/IMG-20251102-WA00901-800x758.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"758\" srcset=\"https:\/\/alfuwisdom.com\/risetringan-uploads\/2025\/11\/IMG-20251102-WA00901-800x758.jpg 800w, https:\/\/alfuwisdom.com\/risetringan-uploads\/2025\/11\/IMG-20251102-WA00901-120x114.jpg 120w, https:\/\/alfuwisdom.com\/risetringan-uploads\/2025\/11\/IMG-20251102-WA00901-90x85.jpg 90w, https:\/\/alfuwisdom.com\/risetringan-uploads\/2025\/11\/IMG-20251102-WA00901-320x303.jpg 320w, https:\/\/alfuwisdom.com\/risetringan-uploads\/2025\/11\/IMG-20251102-WA00901-560x531.jpg 560w, https:\/\/alfuwisdom.com\/risetringan-uploads\/2025\/11\/IMG-20251102-WA00901.jpg 960w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tentang e-book dan digitalisasi, ia berpendapat bahwa strategi boleh meniru, tetapi semangatnya tetap harus memberdayakan penulis kecil, guru, dan santri. \u201cTarget kami adalah penulis kecil yang akan tumbuh dengan Ide besar sebagai imodal utama,\u201d tegasnya, sambil menjelaskan skema pembagian royalti 20% untuk penulis di Alfuwisdom.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Dari Literasi ke Spirit Keilmuan Islam<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Diskusi berakhir dengan kesadaran kolektif bahwa dunia literasi adalah arena jihad intelektual. Mahasiswa Studi Agama-Agama diingatkan agar tetap menjaga cara pandang Islam (Worldview Islam) dengan iman, ilmu, dan amal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIslam memiliki jalan bagi yang tsawabit, juga ruang bagi yang berkompromi,\u201d ujar Alvin menutup sesi. \u201cTetapi yang paling penting, jangan kehilangan kejernihan berpikir.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi para peserta, forum ini bukan sekadar kegiatan akademik, melainkan titik temu intelektualitas\u2014menyusuri jejak ulama yang menulis bukan untuk sekadar kemasyhuran, tetapi untuk menghidupkan peradaban budaya kemajuan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Penutup: Menghidupkan Jiwa<\/p>\n<p><\/strong>Pertemuan di Alfuwisdom menjadi bukti bahwa literasi Islam tetap menyala.\u00a0 Ia terus tumbuh di tangan para intelektual muda yang meyakini bahwa menulis adalah ibadah, membaca adalah dzikir, dan berdialog adalah jalan untuk menemukan hikmah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di tengah dunia yang makin bising oleh informasi, Para Mahasiswa Studi Agama-Agama dan Alfuwisdom hadir sebagai oase pemikiran\u2014menawarkan kejernihan, adab, dan kesadaran bahwa literasi dalam bentuk penerbit adalah upaya panjang untuk terus merawat umat dengan ilmu, iman dan amal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-3331\" src=\"https:\/\/alfuwisdom.com\/risetringan-uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-02-at-14.03.04_0b1d44b0-800x450.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"450\" srcset=\"https:\/\/alfuwisdom.com\/risetringan-uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-02-at-14.03.04_0b1d44b0-800x450.jpg 800w, https:\/\/alfuwisdom.com\/risetringan-uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-02-at-14.03.04_0b1d44b0-1160x653.jpg 1160w, https:\/\/alfuwisdom.com\/risetringan-uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-02-at-14.03.04_0b1d44b0-120x68.jpg 120w, https:\/\/alfuwisdom.com\/risetringan-uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-02-at-14.03.04_0b1d44b0-90x51.jpg 90w, https:\/\/alfuwisdom.com\/risetringan-uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-02-at-14.03.04_0b1d44b0-320x180.jpg 320w, https:\/\/alfuwisdom.com\/risetringan-uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-02-at-14.03.04_0b1d44b0-560x315.jpg 560w, https:\/\/alfuwisdom.com\/risetringan-uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-02-at-14.03.04_0b1d44b0.jpg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p>(Red.alfuwisdom.com)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menenun Benang Intelektual: Studi Agama-Agama dalam Pusaran Dunia Literasi YOGYAKARTA \u2014 Di sebuah rumah penerbitan kecil bernama Alfuwisdom Publishing &amp; Bookstore, Yogyakarta, sekelompok akademisi muda dari Fakultas Ushuluddin Universitas Darussalam&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3333,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"iawp_total_views":37,"footnotes":""},"categories":[7,683,98],"tags":[267,40,160,743,83,744,85],"powerkit_post_featured":[5,3],"class_list":{"0":"post-3330","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-islamic-studies","8":"category-penerbitan-buku","9":"category-reportase","10":"tag-gontor","11":"tag-islam","12":"tag-literasi","13":"tag-studi-agama","14":"tag-unida-gontor","15":"tag-ushuluddin","16":"tag-worldview-islam"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/3330","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=3330"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/3330\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3335,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/3330\/revisions\/3335"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/3333"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=3330"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=3330"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=3330"},{"taxonomy":"powerkit_post_featured","embeddable":true,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/powerkit_post_featured?post=3330"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}