{"id":3292,"date":"2025-06-23T13:39:58","date_gmt":"2025-06-23T13:39:58","guid":{"rendered":"https:\/\/alfuwisdom.com\/?p=3292"},"modified":"2025-06-24T01:27:48","modified_gmt":"2025-06-24T01:27:48","slug":"ketika-kata-kata-menjadi-doa-berbisik-dalam-relung-jiwa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/alfuwisdom.com\/ketika-kata-kata-menjadi-doa-berbisik-dalam-relung-jiwa.html","title":{"rendered":"Ketika Untaian Kata menjadi Doa, Berbisik ke dalam Relung Jiwa"},"content":{"rendered":"<h3 id=\"getar-sukma-dalam-keheningan-ketika-untaian-kata-menjadi-doa-berbisik-ke-dalam-relung-jiwa\"><strong>Getar Sukma dalam Keheningan: <em>Ketika Untaian Kata menjadi Doa: Berbisik ke dalam Relung Jiwa<\/em><\/strong><\/h3>\n<p>Di tengah gegap gempita dunia yang tak henti-hentinya menuntut, ada suara halus yang kerap luput kita dengar\u2014suara jiwa yang ingin kembali pulang. Pulang ke senyap. Pulang ke makna. Pulang ke Tuhan.<\/p>\n<p>Buku <em>Getar Sukma dalam Keheningan<\/em> hadir seperti desir angin yang datang dari jendela subuh\u2014pelan, jujur, dan mengandung gema. Ia tidak memburu sensasi. Ia tidak melantangkan kebenaran. Ia hanya ingin duduk bersama pembacanya, diam-diam, lalu membuka lembar demi lembar perjalanan ruhani seorang muslimah yang tengah merangkum hidupnya menjadi puisi.<\/p>\n<p>Nurul Dewi Ratih menulis bukan untuk bersuara keras, tapi untuk menyentuh lembut. Dalam setiap bait puisinya, mengalir kesaksian cinta yang tak berbatas: cinta kepada Sang Khalik yang menenteramkan, cinta kepada pasangan hidup yang menjadi takdir penuh kasih, dan cinta kepada alam raya yang diam-diam menyimpan hikmah dari langit. Tiga cinta itu bertemu dalam benang-benang kata yang dijahit dengan keheningan paling dalam.<\/p>\n<p><em>Getar Sukma dalam Keheningan<\/em> bukan kumpulan puisi biasa. Ia adalah kitab kecil yang menampung duka dan harap, tangis dan takwa, luka dan cahaya. Ukurannya mungkin sederhana: 13 x 19 cm, hanya 79 halaman. Tapi setiap halamannya adalah ruang zikir yang dibentangkan di antara aksara dan renungan. Ia mengajak pembacanya tidak hanya membaca, tetapi ikut larut dalam perenungan yang hening dan sakral.<\/p>\n<p>Puisi-puisi dalam buku ini ibarat benih yang ditanam dalam tanah batin. Ia tidak langsung tumbuh, tetapi akan mekar ketika pembacanya diam sejenak dan mendengarkan dirinya sendiri. Di sana, dalam kesunyian yang ditawarkan buku ini, kita akan menemukan gema-gema kecil dari hidup yang telah kita lewati: cinta yang belum selesai, luka yang tak sempat dibicarakan, dan harapan yang diam-diam masih menyala.<\/p>\n<p>Kini buku ini membuka tangannya untuk para jiwa yang ingin mendekat.<br \/>\nDalam masa <strong>Pre-Order<\/strong>:<br \/>\n<em>25 Juni \u2013 10 Juli 2025<\/em><br \/>\nHanya dengan <strong>Rp45.500<\/strong>,<br \/>\nhingga kembali ke harga normal <strong>Rp55.000<\/strong> selepasnya.<\/p>\n<p>Maka, jika engkau merasa hidup ini terlalu riuh untuk dimengerti, barangkali <em>Getar Sukma dalam Keheningan<\/em> adalah undangan yang sedang mengetuk.<br \/>\nSebuah ajakan untuk berhenti sejenak.<br \/>\nMembaca pelan-pelan.<br \/>\nMerenung dalam senyap.<br \/>\nDan merasakan bagaimana kata-kata bisa menjadi jembatan yang menghubungkan langit dan dada.<\/p>\n<p>Karena kadang, dalam sunyi yang paling dalam, cinta yang sejati justru paling nyaring terdengar.<\/p>\n<p>Pemesanan melalui link ini <a href=\"https:\/\/wa.me\/6281329831533\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">wa.me\/<\/a><a href=\"https:\/\/wa.me\/6281329831533\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">6281329831533\u00a0<\/a><\/p>\n<p>Kami tampilkan salah satu puisi dalam buku ini<\/p>\n<h2 id=\"tahun-baru-hijriyah\">Tahun Baru Hijriyah<\/h2>\n<p><strong>Oleh: Nurul Dewi Ratih<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Gemerlap cahaya kota<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Menyelinap di sela-sela jendela kamarku<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Dentuman api bersahutan<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Cahaya berlarian tak bertepi<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Manusia kagum padanya<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Kagum pada kilauan lentera<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Teriakan suara padu<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Selamat tahun baru<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Tahun penuh sejarah baru<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Tahun awal kurun waktu<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Dari Yastrib menjadi Madinah baru<\/p>\n<p>*<strong>Tim Kurator Buku Alfuwisdom Publishing\u00a0<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Getar Sukma dalam Keheningan: Ketika Untaian Kata menjadi Doa: Berbisik ke dalam Relung Jiwa Di tengah gegap gempita dunia yang tak henti-hentinya menuntut, ada suara halus yang kerap luput kita&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3296,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"iawp_total_views":74,"footnotes":""},"categories":[683],"tags":[724,729,727,723,728,722,725,726,730,731],"powerkit_post_featured":[5,3],"class_list":{"0":"post-3292","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-penerbitan-buku","8":"tag-buku-puisi-nurul-dewi-ratih","9":"tag-buku-puisi-terbaru-2025","10":"tag-cinta-kepada-allah","11":"tag-kumpulan-puisi-cinta","12":"tag-puisi-cinta-sufi","13":"tag-puisi-islami","14":"tag-puisi-refleksi-diri","15":"tag-puisi-spiritual-muslimah","16":"tag-puisi-tentang-keheningan","17":"tag-sastra-perempuan-indonesia"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/3292","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=3292"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/3292\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3303,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/3292\/revisions\/3303"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/3296"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=3292"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=3292"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=3292"},{"taxonomy":"powerkit_post_featured","embeddable":true,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/powerkit_post_featured?post=3292"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}