{"id":2584,"date":"2024-06-04T08:17:36","date_gmt":"2024-06-04T08:17:36","guid":{"rendered":"https:\/\/alfuwisdom.com\/?p=2584"},"modified":"2024-06-04T08:17:36","modified_gmt":"2024-06-04T08:17:36","slug":"membunuh-pembunuh-karakter","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/alfuwisdom.com\/membunuh-pembunuh-karakter.html","title":{"rendered":"Membunuh Pembunuh Karakter"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><strong>Oleh: Alvin Qodri Lazuardy\/ Penulis Buku &amp; Praktisi Pendidikan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>\u00a0<\/strong><strong>A: \u201c<em>Oh sekarang si Fulan itu bersama kamu ya?\u201d<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>B: <em>\u201cIya\u2026, benar\u2026\u201d <\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>A: <em>Bagaimana si Fulan?<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>B: <em>\u201cBagus kok dia..\u201d<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>A: <em>\u201cOh, Kamu belum tau saja karakter aslinya\u2026\u201d<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Begitu mungkin jamak percakapan dua manusia yang terjun dalam dunia karir ataupun lebih luas dinamika kehidupan. Secara ideal, manusia adalah mahluk sosial, mahluk interaktif dan mahluk komunikatif,. \u00a0Manusia dilhami dengan penalaran yang sangat menjadi pembeda dengan mahluk lainnya, seperti hewan; sapi, kerbau atau anjing, misalnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nalar ini, manusia gunakan untuk memberikan persepsi, hipotesa, analisa bahkan sampai pada prasangka. Kalau mengatakan prasangka lebih <em>seksis\u00ad<\/em>-nya disandingkan dengan kata buruk, menjadi \u201cprasangka buruk\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Fa alhamahaa Fujurohaa Wa Taqwahaa,<\/em> begitu firman Allah dalam Al-Qur\u2019an. Manusia itu diilhami dengan dorongan fujur dan dorongan taqwa. Atas pemberian secara natural ini, maka manusia dipandu dengan <em>diin<\/em> (Agama) yang menjadi nasihat, <em>addiinu huwa mau\u2019izhoh<\/em>. Dengan harapan, manusia mampu menekan sekuat-kuatnya unsur \u201c<em>fujur\u201d<\/em> itu. Sehingga yang muncul dan Nampak adalah unsur <em>\u201ctaqwa\u201d<\/em>-nya. <em>Begitu si kalau<\/em> bicara idealitas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, ini sekarang bicara realitas. Pada faktanya ada saja manusia <em>psikopat karakter<\/em> yang hobinya membunuh karakter orang lain, dengan dorongan sifat hasad, iri, dengkinya. Gelagaknya formalitas di depan muka, namun dibelakang bagai belati yang mencabik-cabik penuh luka. Tidak berlebihan diksi ini, karena dalam Qur\u2019an mentamsilkan hal ini seperti manusia yang memakan daging saudaranya sesama manusia. Ya memang begitu, diksi yang cocok untuk \u201cSang Pembunuh Karakter\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mungkin, Kita akan berjumpa macam manusia \u201cPembunuh\u201d ini, cara jitu untuk membunuh pembunuh karakter adalah patahkan persepsi, hipotesa, analisa serta prasangka buruk yang menjadi motor penggerak si pembunuh dengan membuktikan segala fakta yang ada. Tampilkan, kebaikan, progress, kinerja serta <em>outcome<\/em> yang jelas dengan berkualitas tanpa banalitas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jangan lupa, tetap akui jika diri kita memang pasti ada kurangnya. Setebal-tebalnya daging ikan tengiri tetap jua ada durinya. Sebaik-sebaiknya kita (jika memang baik) pasti pulalah ada buruknya. Maka ke-<em>inshof-<\/em>an diri harus tetap dihidupkan atas berbagai kekurangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk itu, cara membunuh pembunuh karakter adalah dengan kita tampilkan kebalikan apa yang mereka duga dan mereka prasangkakan. Jika memang diri pernah berbuat salah maka patahkan dengan tidak akan pernah mengulangi lagi dan berbuat lebih baik lagi. Semudah itu konsep-praktinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, bagaimana jika menemukan entitas manusia \u201cbebalisme\u201d, ya cukup gunakan pedoman ini saja. <em>\u201cRidhon Naasi Ghoyatun Laa Tudrak\u201d,<\/em> Membuat semua manusia legowo itu adalah tujuan yang tidak akan tercapai, atau mungkin <em>\u201cTarkul Jawabi Alal Jahili Jawabun\u201d, <\/em>tidak menjawab orang bodoh adalah sebuah jawaban. Tingggalkan, bergeraklah!, sampaikannlah kebaikan dan terus berjuang!. Pembunuh Karakter akan terbunuh dengan kontribusimu dan kebaikanmu. Maka bunuhlah sang pembunuh karakter dengan aksi bukan sekadar diksi apalagi hanya bicara sana-sini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Alvin Qodri Lazuardy\/ Penulis Buku &amp; Praktisi Pendidikan \u00a0A: \u201cOh sekarang si Fulan itu bersama kamu ya?\u201d B: \u201cIya\u2026, benar\u2026\u201d A: Bagaimana si Fulan? B: \u201cBagus kok dia..\u201d A:&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2585,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"iawp_total_views":9,"footnotes":""},"categories":[31],"tags":[222,223,221,183,219,224,220],"powerkit_post_featured":[2,3,6],"class_list":{"0":"post-2584","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-nalar-insani","8":"tag-dengki","9":"tag-hasud","10":"tag-iri","11":"tag-jiwa","12":"tag-karakter","13":"tag-pembunuh","14":"tag-pembunuh-karakter"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/2584","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=2584"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/2584\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2586,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/2584\/revisions\/2586"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/2585"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=2584"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=2584"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=2584"},{"taxonomy":"powerkit_post_featured","embeddable":true,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/powerkit_post_featured?post=2584"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}