{"id":2373,"date":"2023-12-10T18:15:01","date_gmt":"2023-12-10T18:15:01","guid":{"rendered":"https:\/\/alfuwisdom.com\/?p=2373"},"modified":"2024-03-16T14:19:11","modified_gmt":"2024-03-16T14:19:11","slug":"enam-nasihat-parenting-dari-nasih-ulwan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/alfuwisdom.com\/enam-nasihat-parenting-dari-nasih-ulwan.html","title":{"rendered":"Nasihat Bagi Orang Tua"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Oleh: Alvin Qodri Lazuardy, Sekretaris Majels Tarjih &amp; Tajdid PDM. Kab. <\/strong><strong>Tegal<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Awalan, <\/em>Abdullah Nashih Ulwan sangat gemar menulis,\u00a0kertas dan pena senantiasa bersama dimanapun dia berada.\u00a0Walaupun sibuk dengan kuliah,\u00a0undangan dan ceramah,\u00a0dia tetap meluangkan waktu untuk menulis,\u00a0adapun beberapa karyanya sebagai berikut; <em>At- Takafulul Ijtima\u2019i fil Islam<\/em> berisikan tentang urusan sosial yang harus dilakukan oleh para pejabat pemerintah<em>,\u00a0Hatta ya\u2019lama asy- Syabab<\/em> berisikan tentang ilmu-ilmu yang harus diketahui oleh para pemuda,\u00a0Salahuddin alAyubi,\u00a0berisikan tentang kejayaan Islam pada masa Salahuddin al-Ayubi<em>, Syubuhat wa ar-Rudud<\/em> berisikan tentang pentingnya mengetahui ilmu-ilmu yang menyimpang dan solusinya sehingga terbebas dari aqidah yang sesat,\u00a0<em>Ahkam asy-Syiam\u00a0 <\/em>dan<em>\u00a0Ahkam az-Zakat. <\/em>Itulah beberapa karya tulis dari Nashih Ulwan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ulwan menjelaskan ada dua pedoman dasar dalam mendidik anak, yaitu: (1) <strong>Pedoman Mengikat<\/strong>. Dalam pedoman ini, anak harus diberikan pemahaman tentang berbagai hal, diantaranya: Ikatan Aqidah, Ikatan Spiritual, ikatan pemikiran, ikatan sosial, dan ikatan keolahragaan. (2) <strong>Pedoman Kewaspadaan<\/strong>. Kewajiban pendidik adalah menjauhkan diri dari semua perbuatan yang dapat menjerumuskan dirinya kepada kehinaan dan kemaksiatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Guru (oran tua) sebagai tauladan hendaknya memberikan arahan dan bimbingan kepada anak didik dengan memberikan penjelasan tentang segala sesuatu hal yang dapat merusak, baik secara jasmani atau ruhani, kewajiban tersebut tidak hanya dilakukan orang perorang tapi berjalin berkelindan dengan semua pihak termasuk yang paling utama adalah lingkungan dimana ia berada.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Ulwan, seorang pendidik harus memiliki sifat-sifat dasar sebagai berikut: <strong><em>Pertama,<\/em><\/strong>\u00a0Ikhlas.\u00a0Pendidik hendaknya mencanangkan niatnya semata-mata hanya untuk Allah dalam seluruh pekerjaan edukatifnya,\u00a0baik berupa perintah,\u00a0larangan,\u00a0nasehat,\u00a0hukuman dan pengawasan.\u00a0Seperti yang diungkapkan oleh Ulwan, ikhlas dalam perbuatan dan perkataan termasuk pondasi iman dan merupakan keharusan dalam Islam.\u00a0Allah tidak akan menerima amal suatu perbuatan tanpa dikerjakan secara ikhlas. Dengan kata lain,\u00a0segala yang dilakukan oleh pendidik akan memiliki dampak positif terhadap peserta didik manakala tugas mendidiknya didasarkan karena beribadah kepada Allah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Kedua,<\/em><\/strong>\u00a0Takwa.\u00a0Sifat terpenting lainnya yang harus di miliki pendidik menurut Ulwan adalah takwa.\u00a0Maka dari itu sifat takwa adalah sifat yang utama bagi pendidik,\u00a0agar mampu membentuk anak didik sesuai dengan syariat Islam. <strong><em>Ketiga,<\/em>\u00a0<\/strong>Semangat mencari Ilmu.\u00a0Mencari ilmu adalah sebuah keharusan bagi kaum muslimin,\u00a0khususnya bagi para pendidik karena dengan ilmu pengetahuan mereka akan mendidik anak-anaknya sesuai dengan yang disyariatkan Islam.\u00a0Menurut Ulwan seorang pendidik harus menguasai konsep dasar pendidikan yang disyariatkan oleh Islam karena ilmu merupakan sebuah keharusan yang tidak ada seorangpun yang mengingkarinya,\u00a0bahwa seorang pendidik harus menguasai konsep dasar pendidikan yang dibawa oleh syariat Islam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Keempat.<\/em><\/strong> Kesabaran, dengan kesabaran pendidik sang anak akan berhias dengan akhlak yang terpuji dan terjauh dari perangai tercela.\u00a0Ia akan menjadi malaikat dalam wujud manusia. <strong><em>Kelima<\/em><\/strong>,\u00a0memiliki rasa tanggung jawab.\u00a0Sifat lain yang dirumuskan Ulwan yaitu seorang pendidik harus memiliki rasa tanggung jawab yang besar dalam pendidikan.\u00a0Karena hal tersebut akan dipertanggung jawabkan di kemudian hari di sisi Allah swt.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Baginya, Konsep Pendidikan Islam tentang anak yaitu pendidikan Anak harus ditinjau dari berbagai aspek keseluruhan kehidupan Insan, ia tidak melihat dalam arti sempit. Ia tidak memandang pendidikan sekedar sebagai perlakuan-perlakuan tertentu yang dikenakan kepada anak agar anak mencapai tujuan yang diharapkan dalam bentuk peringkat tertentu, akan tetapi Ulwan lebih menekankan pada keberhasilan dalam membentuk akhlak-akidah yang kuat sebagai pondasi dan benteng dalam pembentukan kepribadian anak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Akhiron<\/em>, Dalam pandangan Ulwan, anak harus dimonitoring dalam kehidupan biologis, intelektual, psikis, sosial dan seksnya. Pembimbingan ke arah kesehatan berbagai segi kehidupan anak itu merupakan tanggung jawab suami-istri sebagai orang tua. Ulwan juga menempatkan pernikahan sebagai syarat Utama untuk menyelenggarakan pendidikan anak secara Islami, hal yang lain juga ialah kasih sayang yang harus tercermin dalam seluruh perilaku orang tua dalam hubungannya dengan anak di setiap waktu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dede Darisman, <em>Konsep Pendidkan Anak Menurut Abdullah Nashih Ulwan, <\/em>Jurnal: Anthesis, Vol. 9, No. 3, 2014. Hal.61-92<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Alvin Qodri Lazuardy, Sekretaris Majels Tarjih &amp; Tajdid PDM. Kab. Tegal Awalan, Abdullah Nashih Ulwan sangat gemar menulis,\u00a0kertas dan pena senantiasa bersama dimanapun dia berada.\u00a0Walaupun sibuk dengan kuliah,\u00a0undangan dan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2374,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"iawp_total_views":3,"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[114,111,112,113,115],"powerkit_post_featured":[2,3,6],"class_list":{"0":"post-2373","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-pendidikan-education","8":"tag-orang-tua","9":"tag-orangtua","10":"tag-parenting","11":"tag-parents","12":"tag-pendidikanrumah"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/2373","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=2373"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/2373\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2399,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/2373\/revisions\/2399"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/2374"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=2373"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=2373"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=2373"},{"taxonomy":"powerkit_post_featured","embeddable":true,"href":"https:\/\/alfuwisdom.com\/api-json\/wp\/v2\/powerkit_post_featured?post=2373"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}